Namamu, Ya Kamu Besarkan Sendiri!
Mungkin, bagi sebagian orang memiliki nama, label atau atribut yang "terkenal" atau "besar" itu membanggakan.
Misalnya si A kerja di Tel*kom jadi manajer, uhh siapa sih yg gak kenal Tel*kom, kerja di Goog*le, Go*jek, BR*I, atau kuliah di Har*vard, U*I, IT*B, Nan*yang TU, dan sebagainya.
Misalnya lagi si B, jadi menantu pak X yang jadi Gubernur Propinsi Y, atau si C yang jadi asisten artis papan atas.
Itu impian manusia, sah dan tidak bisa disalahkan. Semua orang bebas bermimpi. Aku juga pernah begitu. Aku pernah sangat terobsesi buat kerja di suatu perusahaan yang mungkin semua millenials tau. Tapi Allah gagalin. Iya, karna mungkin niatku kurang lurus disini.
Tiba tiba ku berpikir, kenapa harus 'menggandol' pada yang sudah punya nama untuk membesarkan namamu? Toh nama besar itu keuntungannya cuma di dunia, nanti juga bakal kita tinggal di batu nisan tulisannya.
Ok, nama besar ya...
Sebenernya itu sesuatu yang tidak ada salahnya untuk diperjuangkan, karna menjadi orang yang dihormati juga dapat digunakan sebagai jalan untuk memberi pengaruh baik. Tapi, jangan jadikan ini tujuan utamamu.
Habis itu, yang harus diluruskan disini adalah caranya. Apakah untuk menjadi orang yang namanya besar harus "nggandol" sama yang punya nama besar ?
in frame : punya nama besar dan badan besar juga wkwkw alias we bare bears
Kamu lebih bahagia mana, jadi pengusaha sukses karna orang tua, mertua, yang juga jadi pengusaha sukses (yaa kalau jadi anak sih gak bisa diimpikan, masa kita bisa milih bakal lahir dari rahim ibu yang mana)
ATAU
Jadi pengusaha sukses berkat kerja keras, ikhtiar, dan doa yang kamu panjatkan tiap hari?
Kita semua punya potensi sama untuk sukses, gak peduli mau lahir dari keluarga mercy atau keluarga gerobak kayu. Gak peduli kamu lulusan kampus yang QS rankingnya 10 besar atau kampus yang atapnya mau roboh. Katanya, kesuksesan paling peduli sama niat, latar belakang itu nomer sekian sekian.
Satu hal penting yang ku pelajari dan ku tulis disini adalah "besarkan namamu sendiri" tapi "jangan hidup hanya untuk membesarkan nama"
Comments
Post a Comment