Break Room
Sebuah ruangan cantik, sunyi di tengah hiruk pikuk kota. Dia bakal tutup permanen, entah masalah apa padahal interior Jepangnya secantik ini. Mungkin Tuhan membawaku istirahat sejenak disini untuk melihat, "inilah dirimu dalam bentuk bangunan". Sebuah ruang yang tenang untuk sedikit menjeda hidup. Adekku lagi lagi sudah berkicau dan beterbangan seperti kupu kupu, tapi aku masih terkungkung disini, bahkan merencanakan pergi ke psikolog sebagai hadiah ulang tahun untuk diriku sendiri sebentar lagi. Dulu waktu kecil, aku tidak pernah berpikir menjadi dewasa akan seberat ini. Dewasa, perempuan, anak pertama, ngurus usaha tanpa penghasilan, single. Benar benar kombinasi mematikan. Aku hanya berpikir, "berat" saja sehingga aku mulai mempersiapkan semuanya sejak awal, membuang ego dan kemalasan, berusaha sebaik yg aku bisa. Nyangka gak? Gedenya dapet sisa sisa porsi kekalahan dengan depresi yg aku sendiri bahkan tidak menyadarinya? Hilang entah kemana, spark d...