Lelah Menulis
Postingan terakhirku, tahun 2024. Lalu dua postingan sebelumnya, tahun 2023. Apa guna nya punya blog kalau diisi cuma setahun sekali 🤣
Tapi, media jurnalku emang makin banyak belakangan ini. Ada otak (of course) 🤣, ig fake, twitter fake, dan quora. Rasa rasanya nggak bisa aku ngisi semuanya. Tapi dari semua metode journaling, menulis di media cetak yaitu buku, itu jauh lebih impressed. Menulis, sambil menangis, itu agak memberi efek healing dalam versi paling murah 😁
Lalu, dokumen digital bisa kita review kapanpun dimanapun. Tanpa ada yg tau, dan aku jadi bisa flashback pengalaman pahit getirnya kehidupanku so far. Ya Allah, ternyata udah sejauh ini ya perjalananku 😊
Update sampai 3/4 tahun ini, sebenernya tidak banyak berubah. Masih banyak derai air mata, pertengkaran, kecewa, bahagianya juga. Tapi satu hal yg pasti, hati kami lebih kuat. Alhamdulillah 😊
Pasangan pun juga belum kunjung muncul sampai saat ini. Hutang bisa dibayar perlahan. Usaha masih bisa bertahan di tengah krisis ekonomi, dan aku masih bisa dapat kesempatan baik di tengah keputusasaanku.
Gatcha!
Seorang gadis depresi dapat hadiah trip ke Melbourne gratis tahun ini 😍
Kucing juga entah kenapa, yg awalnya cuma 4, bertambah sampai 10 🤣
Comments
Post a Comment